The post Perbedaan KUR dan KPR, Jangan Salah Pilih, Ini Fungsi, Syarat, dan Bunganya appeared first on Rambay.id.
]]>Perbedaan mendasar antara produk pinjaman yang tersedia, khususnya antara Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).
Kekeliruan dalam memilih jenis kredit tidak hanya berpotensi menyebabkan pengajuan ditolak, tetapi juga dapat berdampak fatal pada kondisi keuangan jangka panjang Anda.
Kami akan merangkum perbedaan KUR dan KPR, mulai dari definisi, tujuan penggunaan, suku bunga, hingga persyaratan dokumen. Dengan memahami kedua instrumen ini.
Sehingga dapat merencanakan masa depan finansial baik untuk pengembangan bisnis maupun kepemilikan aset properti dengan lebih bijak dan terukur.
Sebelum masuk ke dalam perbandingan teknis, penting untuk memahami definisi fundamental dari kedua jenis kredit ini. Keduanya dikeluarkan oleh bank, namun memiliki “ruh” dan tujuan penciptaan yang sangat berbeda.
KUR adalah program prioritas pemerintah yang bertujuan untuk mendukung Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Inti dari KUR adalah memberikan akses pembiayaan.
Modal kerja dan/atau investasi kepada debitur individu, badan usaha, atau kelompok usaha yang produktif dan layak (feasible) namun belum memiliki agunan tambahan atau agunan tambahannya belum cukup (bankable).
Kata kunci di sini adalah “subsidi”. Pemerintah memberikan subsidi bunga kepada bank penyalur, sehingga beban bunga yang ditanggung oleh peminjam menjadi sangat ringan dibandingkan kredit komersial biasa.
Di sisi lain, KPR adalah fasilitas kredit yang diberikan oleh perbankan kepada nasabah perorangan untuk membeli atau memperbaiki rumah. Skema KPR membiinkan nasabah untuk membeli rumah dengan cara mencicil dalam jangka waktu tertentu.
Berbeda dengan KUR yang bersifat produktif (untuk menghasilkan uang kembali), KPR umumnya bersifat konsumtif (untuk pembelian aset tempat tinggal), meskipun aset properti tersebut memiliki nilai investasi jangka panjang. Agunan utama dalam KPR adalah rumah atau properti yang dibeli itu sendiri.
Untuk memudahkan Anda dalam membedakan kedua fasilitas ini, berikut adalah penjabaran mendalam mengenai tujuh aspek pembeda utama antara KUR dan KPR.
Perbedaan paling mencolok terletak pada untuk apa uang tersebut digunakan.
Ini adalah faktor yang paling sering menjadi pertimbangan utama calon debitur.
Masalah jaminan seringkali menjadi penentu disetujui atau tidaknya pinjaman.
Berapa lama Anda bisa mencicil utang tersebut?
Jumlah uang yang bisa dipinjam juga berbeda signifikan.
Siapa yang berhak mengajukan?
Cara bank menilai Anda juga berbeda.
Agar lebih mudah dipahami, mari kita lihat dua skenario yang sering terjadi di masyarakat.
Ibu Ani memiliki toko kelontong yang ramai. Ia ingin memperbesar tokonya dan menambah stok barang senilai Rp50 juta. Ia memiliki sertifikat rumah, namun ia bingung mau ambil pinjaman apa.
Solusi: Ibu Ani harus mengambil KUR Mikro.
Bapak Budi baru menikah dan masih mengontrak. Ia bekerja sebagai staf di perusahaan swasta dengan gaji Rp6 juta. Ia ingin membeli rumah subsidi seharga Rp180 juta. Ia juga memiliki usaha sampingan jual pulsa kecil-kecilan.
Solusi: Bapak Budi harus mengambil KPR (KPR Subsidi atau Komersial).
Pertanyaan ini sangat sering muncul: “Jika saya sudah punya KPR, bolehkah saya mengajukan KUR?” atau sebaliknya.
Jawabannya adalah Bisa, namun dengan syarat.
Secara regulasi (Permenko Perekonomian yang berlaku hingga 2026), penerima KUR tidak boleh sedang menerima kredit produktif lain. Namun, KPR dikategorikan sebagai kredit konsumtif. Jadi, secara aturan, Anda boleh memiliki KPR dan KUR secara bersamaan.
Tetapi, ada tapinya: Bank akan menghitung ulang kemampuan bayar Anda.
Baik KUR maupun KPR memiliki risiko jika tidak dikelola dengan baik.
Memahami perbedaan KUR dan KPR adalah fondasi literasi keuangan yang krusial bagi siapa saja. Ringkasnya:
Jangan pernah memanipulasi data demi mendapatkan pinjaman yang tidak sesuai peruntukannya. Menggunakan KUR untuk beli rumah atau menggunakan pinjaman konsumtif berbunga tinggi untuk modal usaha adalah resep bencana finansial.
Kenali kebutuhan Anda, pelajari syaratnya, dan ajukan kredit yang tepat untuk masa depan yang lebih sejahtera.
Q1: Apakah KUR bisa digunakan untuk renovasi rumah?
A: Tidak boleh, jika renovasi tersebut untuk rumah tinggal pribadi. Itu termasuk kebutuhan konsumtif. Namun, jika renovasi dilakukan pada tempat usaha (misalnya memperluas warung atau memperbaiki atap pabrik), maka itu diperbolehkan masuk dalam kategori Kredit Investasi.
Q2: Mana yang lebih sulit prosesnya, KUR atau KPR?
A: Tingkat kesulitan bersifat relatif. KPR biasanya menuntut dokumen legalitas properti yang sangat lengkap (IMB/PBG, Sertifikat, PBB) dan slip gaji. Sementara KUR lebih menekankan pada survei lapangan untuk melihat “denyut” aktivitas usaha Anda. Jika usaha Anda riil dan pembukuan rapi, KUR cenderung lebih cepat cair.
Q3: Apakah Ibu Rumah Tangga bisa mengajukan KUR?
A: Sangat bisa, asalkan Ibu Rumah Tangga tersebut memiliki usaha produktif (contoh: katering rumahan, jualan online, warung) yang sudah berjalan minimal 6 bulan.
Q4: Jika saya belum punya rumah tapi punya usaha, sebaiknya ambil KUR atau KPR dulu?
A: Tergantung prioritas. Jika usaha butuh modal untuk berkembang pesat, ambil KUR dulu. Keuntungan usaha yang meningkat nantinya bisa ditabung untuk DP rumah. Namun, jika margin usaha sudah cukup besar dan stabil, Anda bisa langsung mengajukan KPR dengan melampirkan bukti penghasilan usaha.
Q5: Apakah KPR Subsidi (FLPP) sama dengan KUR?
A: Keduanya sama-sama program pemerintah dan bersubsidi, tapi beda fungsi. KPR Subsidi (FLPP) khusus untuk pembelian rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dengan bunga flat 5%. KUR khusus untuk modal usaha.
Q6: Berapa lama proses pencairan KUR dan KPR?
A: KUR Mikro biasanya memakan waktu 3-7 hari kerja setelah survei. KPR prosesnya lebih lama, biasanya 14 hari hingga 1 bulan karena melibatkan proses appraisal (penaksiran harga) properti dan verifikasi legalitas dokumen rumah oleh notaris.
The post Perbedaan KUR dan KPR, Jangan Salah Pilih, Ini Fungsi, Syarat, dan Bunganya appeared first on Rambay.id.
]]>The post KUR BNI 2025, Ini Suku Bunga, Syarat, dan Cara Pengajuan Terbaru appeared first on Rambay.id.
]]>Pemerintah bersama perbankan BUMN terus berkomitmen menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan. Salah satu penyalur utama yang menjadi favorit masyarakat adalah KUR BNI.
Bank Negara Indonesia (BNI) menawarkan fasilitas kredit dengan bunga rendah yang disubsidi pemerintah, proses yang semakin digital, dan jangkauan yang luas.
Kami akan merangkum seluruh informasi tentang KUR BNI 2025, mulai dari jenis pinjaman, suku bunga berjenjang, hingga simulasi angsuran yang akurat.
KUR BNI adalah fasilitas kredit modal kerja dan/atau kredit investasi yang diberikan kepada debitur individu/perseorangan, badan usaha, dan/atau kelompok usaha yang produktif dan layak (feasible) namun belum memiliki agunan tambahan atau agunan tambahan belum cukup (bankable).
Di tahun 2025, BNI semakin mempermudah akses pengajuan melalui ekosistem digital mereka. Mengapa banyak pengusaha memilih BNI?
Sebelum mengajukan pinjaman, penting bagi Anda untuk memahami kategori KUR yang sesuai dengan kebutuhan modal dan skala usaha Anda. BNI membagi produk KUR menjadi beberapa jenis utama:
Ini adalah jenis kredit yang ditujukan untuk usaha skala paling kecil atau pekerja yang terkena PHK dan sedang merintis usaha.
Jenis ini adalah yang paling populer di kalangan pedagang pasar, pemilik toko kelontong, dan pengrajin.
Ditujukan untuk usaha yang sudah lebih mapan dan membutuhkan suntikan dana besar untuk ekspansi.
Khusus bagi Calon Tenaga Kerja Indonesia yang akan bekerja di luar negeri untuk membiayai keberangkatan.
Salah satu poin krusial dalam KUR BNI tahun 2025 adalah penerapan suku bunga berjenjang yang diatur oleh pemerintah (Permenko Perekonomian). Hal ini penting dipahami agar Anda tidak kaget saat melihat besaran angsuran.
Kebijakan ini dibuat agar dana subsidi KUR dapat bergulir dan dinikmati oleh lebih banyak pelaku usaha baru yang belum pernah mendapatkan akses pembiayaan.
Agar pengajuan Anda disetujui, pastikan Anda memenuhi kriteria kualifikasi dan kelengkapan dokumen berikut ini:
Persiapkan dokumen berikut dalam bentuk asli dan fotokopi:
BNI memberikan fleksibilitas bagi nasabah untuk mengajukan pinjaman. Berikut adalah langkah-langkahnya:
Ini adalah metode paling efektif jika Anda ingin berkonsultasi langsung dengan petugas (Mantri/Marketing) BNI.
BNI menyediakan E-Form untuk mempermudah pendaftaran awal tanpa harus antre.
Catatan Penting: Meskipun pengajuan dilakukan secara online, tahap survei fisik ke lokasi usaha tetap wajib dilakukan oleh pihak bank untuk memastikan keberadaan dan kelayakan usaha.
Memahami estimasi cicilan sangat penting untuk mengatur arus kas usaha. Berikut adalah contoh simulasi kur bni dengan asumsi suku bunga 6% per tahun (anuitas/efektif) untuk pinjaman pertama.
| Plafon Pinjaman | Tenor 12 Bulan | Tenor 24 Bulan | Tenor 36 Bulan | Tenor 48 Bulan |
| Rp 10.000.000 | Rp 860.664 | Rp 443.206 | Rp 304.219 | Rp 234.850 |
| Rp 25.000.000 | Rp 2.151.661 | Rp 1.108.015 | Rp 760.548 | Rp 587.126 |
| Rp 50.000.000 | Rp 4.303.321 | Rp 2.216.031 | Rp 1.521.097 | Rp 1.174.251 |
| Rp 100.000.000 | Rp 8.606.643 | Rp 4.432.061 | Rp 3.042.194 | Rp 2.348.503 |
Catatan: Angka angsuran kur bni di atas adalah estimasi. Nilai pasti akan ditentukan saat akad kredit dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kebijakan bank.
Untuk menghitung sendiri, Anda bisa menggunakan rumus sederhana atau kalkulator kredit di situs BNI. Pastikan keuntungan bersih bulanan usaha Anda setidaknya 2-3 kali lipat dari nilai angsuran agar likuiditas usaha tetap aman.
Banyak pengajuan KUR ditolak bukan karena usahanya jelek, tetapi karena faktor administrasi atau riwayat kredit. Berikut tips agar “lolos”:
Program KUR BNI 2025 merupakan solusi strategis bagi UMKM untuk mendapatkan modal murah dengan proses yang aman dan terpercaya. Dengan suku bunga mulai dari 6% dan berbagai pilihan tenor, BNI menawarkan fleksibilitas yang dapat disesuaikan dengan kemampuan bayar usaha Anda.
Kunci keberhasilan mendapatkan pinjaman ini terletak pada kelengkapan administrasi, riwayat kredit yang bersih, dan kondisi usaha yang feasible. Jangan ragu untuk mendatangi kantor cabang BNI terdekat atau memanfaatkan layanan digital.
Mereka untuk memulai langkah ekspansi bisnis Anda tahun ini. Persiapkan dokumen Anda sekarang, hitung simulasi angsuran dengan bijak, dan jadikan KUR BNI sebagai mitra tumbuh kembang usaha Anda.
Q1: Berapa lama proses pencairan KUR BNI?
A: Proses pencairan bervariasi tergantung kelengkapan dokumen dan antrean di cabang. Namun, umumnya memakan waktu 3 hingga 7 hari kerja setelah survei dilakukan dan dokumen dinyatakan lengkap.
Q2: Apakah bisa mengajukan KUR BNI jika masih punya cicilan motor/mobil?
A: Bisa, asalkan cicilan kendaraan (kredit konsumtif) tersebut status pembayarannya lancar dan sisa penghasilan/keuntungan usaha masih mencukupi untuk membayar angsuran KUR yang baru.
Q3: Apakah pengajuan KUR BNI dikenakan biaya administrasi?
A: Untuk KUR Mikro dan Super Mikro biasanya bebas biaya administrasi dan provisi. Namun, untuk KUR Kecil mungkin ada biaya administrasi yang ringan sesuai ketentuan BNI. Biaya notaris dan asuransi agunan (jika ada) biasanya ditanggung debitur.
Q4: Apa yang dimaksud dengan KUR BNI Online?
A: Itu adalah fasilitas pengajuan formulir awal melalui website (e-form) untuk mempermudah pendaftaran. Namun, verifikasi data fisik dan tanda tangan akad kredit tetap dilakukan secara tatap muka dengan pihak bank.
Q5: Mengapa bunga KUR saya naik menjadi 7%?
A: Sesuai peraturan pemerintah tahun 2025 (melanjutkan aturan Permenko), jika Anda sudah pernah menerima KUR sebelumnya dan mengajukan lagi (nasabah berulang), suku bunga akan naik secara berjenjang (7%, 8%, dst) untuk memberikan kesempatan subsidi bunga kepada nasabah baru.
The post KUR BNI 2025, Ini Suku Bunga, Syarat, dan Cara Pengajuan Terbaru appeared first on Rambay.id.
]]>The post Tabel Angsuran Pinjaman KUR BRI Lengkap, Syarat dan Bunga appeared first on Rambay.id.
]]>Hadir sebagai solusi primadona bagi para pelaku bisnis di Indonesia. Salah satu hal pertama yang dicari oleh calon debitur adalah Tabel Angsuran Pinjaman KUR BRI.
Tabel ini bukan sekadar deretan angka, melainkan peta jalan finansial bagi Anda untuk mengukur kemampuan bayar dan merencanakan arus kas bisnis.
Dengan memahami simulasi cicilan, syarat terbaru, dan struktur bunga yang berlaku, Anda dapat mengajukan pinjaman dengan lebih percaya diri dan peluang persetujuan yang lebih tinggi.
Sebelum masuk ke angka-angka dalam tabel angsuran, penting untuk memahami posisi KUR BRI dalam ekosistem pendanaan UMKM. Kredit Usaha Rakyat (KUR) adalah program prioritas pemerintah dalam mendukung UMKM berupa pemberian kredit/pembiayaan modal kerja dan/atau investasi.
BRI, sebagai bank dengan jaringan terluas hingga ke pelosok desa, menjadi penyalur KUR terbesar. Keunggulan utamanya terletak pada suku bunga yang mendapat subsidi pemerintah, sehingga beban cicilan menjadi sangat ringan dibandingkan pinjaman komersial biasa.
BRI menawarkan beberapa skema KUR yang disesuaikan dengan skala bisnis Anda:
Pemerintah telah menetapkan aturan baru terkait suku bunga yang penting untuk Anda ketahui sebelum melihat tabel angsuran. Sejak terbitnya Permenko Bidang Perekonomian No. 1 Tahun 2023, berlaku sistem Bunga Berjenjang untuk KUR Mikro dan KUR Kecil.
Berikut adalah rinciannya:
Catatan Penting: Aturan bunga berjenjang ini bertujuan agar nasabah KUR segera “naik kelas” menjadi nasabah komersial dan memberikan kesempatan bagi UMKM lain yang belum pernah mendapatkan akses KUR. Sedangkan untuk KUR Super Mikro, bunganya dipatok lebih rendah lagi, yaitu 3% efektif per tahun.
Di bawah ini adalah simulasi tabel angsuran untuk pinjaman KUR Mikro dengan asumsi nasabah baru (bunga 6% per tahun atau setara 0,2-0,27% flat per bulan). Tabel ini mencakup tenor (jangka waktu) umum untuk Modal Kerja (maksimal 3-4 tahun) dan Investasi (maksimal 5 tahun).
| Plafon Pinjaman | 12 Bulan | 18 Bulan | 24 Bulan | 36 Bulan | 48 Bulan | 60 Bulan |
| Rp 10.000.000 | Rp 860.664 | Rp 582.317 | Rp 443.206 | Rp 304.219 | Rp 234.850 | Rp 193.328 |
| Rp 15.000.000 | Rp 1.290.996 | Rp 873.476 | Rp 664.809 | Rp 456.329 | Rp 352.275 | Rp 289.992 |
| Rp 20.000.000 | Rp 1.721.329 | Rp 1.164.635 | Rp 886.412 | Rp 608.439 | Rp 469.701 | Rp 386.656 |
| Rp 25.000.000 | Rp 2.151.661 | Rp 1.455.793 | Rp 1.108.015 | Rp 760.548 | Rp 587.126 | Rp 483.320 |
| Rp 30.000.000 | Rp 2.581.993 | Rp 1.746.952 | Rp 1.329.618 | Rp 912.658 | Rp 704.551 | Rp 579.984 |
| Rp 40.000.000 | Rp 3.442.657 | Rp 2.329.269 | Rp 1.772.824 | Rp 1.216.877 | Rp 939.401 | Rp 773.312 |
| Rp 50.000.000 | Rp 4.303.321 | Rp 2.911.587 | Rp 2.216.030 | Rp 1.521.097 | Rp 1.174.251 | Rp 966.640 |
Untuk KUR Kecil, biasanya diperlukan agunan tambahan sesuai kebijakan bank. Berikut simulasinya:
| Plafon Pinjaman | 12 Bulan | 24 Bulan | 36 Bulan | 48 Bulan | 60 Bulan |
| Rp 100.000.000 | Rp 8.606.643 | Rp 4.432.061 | Rp 3.042.194 | Rp 2.348.503 | Rp 1.933.280 |
| Rp 150.000.000 | Rp 12.909.964 | Rp 6.648.092 | Rp 4.563.291 | Rp 3.522.754 | Rp 2.899.920 |
| Rp 200.000.000 | Rp 17.213.286 | Rp 8.864.122 | Rp 6.084.387 | Rp 4.697.006 | Rp 3.866.560 |
| Rp 300.000.000 | Rp 25.819.929 | Rp 13.296.183 | Rp 9.126.581 | Rp 7.045.509 | Rp 5.799.840 |
| Rp 400.000.000 | Rp 34.426.571 | Rp 17.728.244 | Rp 12.168.775 | Rp 9.394.012 | Rp 7.733.120 |
| Rp 500.000.000 | Rp 43.033.214 | Rp 22.160.305 | Rp 15.210.969 | Rp 11.742.515 | Rp 9.666.400 |
Disclaimer: Tabel di atas adalah simulasi estimasi. Nilai angsuran real dapat berbeda sedikit tergantung tanggal pencairan dan kebijakan pembulatan sistem bank pada saat pengajuan.
Agar pengajuan Anda disetujui, kelengkapan dokumen dan pemenuhan syarat adalah kunci. Berikut adalah syarat berdasarkan jenis KUR:
Untuk KUR Super Mikro, syarat lama usaha tidak harus 6 bulan, asalkan:
BRI menyediakan dua jalur pengajuan untuk memudahkan nasabah, yaitu secara online dan offline.
Meskipun seringkali pengajuan online tetap memerlukan verifikasi fisik, langkah ini bisa mempercepat proses awal:
https://kur.bri.co.id.Banyak pengajuan ditolak bukan karena usahanya jelek, tetapi karena faktor administrasi atau riwayat kredit. Berikut tipsnya:
Ini adalah filter pertama. Pastikan Anda tidak memiliki tunggakan kredit di bank lain atau pinjaman online (Pinjol). Riwayat kredit yang macet (KOL 2-5) hampir pasti akan membuat pengajuan KUR ditolak. Lunasi dulu hutang tertunggak sebelum mengajukan KUR.
Mantri BRI akan menghitung Repayment Capacity (RPC). Jangan mengajukan Rp50 juta jika omzet bersih Anda hanya Rp1 juta per bulan. Ajukanlah nominal yang angsurannya sekitar 30-40% dari laba bersih bulanan Anda. Gunakan Tabel Angsuran Pinjaman KUR BRI di atas sebagai acuan.
Meskipun usaha mikro, cobalah memiliki pembukuan sederhana. Catat pemasukan dan pengeluaran. Hal ini memudahkan petugas bank menilai arus kas (cashflow) usaha Anda yang sebenarnya.
Jangan memanipulasi data. Petugas akan melakukan On The Spot (OTS). Pastikan stok barang ada, aktivitas usaha terlihat, dan tetangga sekitar mengetahui bahwa Anda memang memiliki usaha tersebut.
Tabel Angsuran Pinjaman KUR BRI adalah alat bantu vital bagi pelaku UMKM untuk merencanakan pengembangan bisnis di tahun ini. Dengan bunga rendah mulai dari 6% per tahun, KUR BRI tetap menjadi opsi pembiayaan termurah dan paling terjangkau.
Kunci keberhasilan mendapatkan pinjaman ini terletak pada kelengkapan administrasi (seperti NIB dan KTP), rekam jejak kredit yang bersih (SLIK OJK), serta penyesuaian jumlah pinjaman dengan kemampuan bayar usaha Anda.
Jangan ragu untuk mendatangi unit BRI terdekat untuk konsultasi lebih lanjut, karena BRI memiliki komitmen kuat untuk menaikkelaskan UMKM Indonesia.
1. Apakah pengajuan KUR BRI harus pakai jaminan?
Untuk KUR Mikro (plafon sampai Rp100 juta), agunan tambahan (seperti sertifikat tanah/BPKB) tidak diwajibkan secara aturan pemerintah, agunan utamanya adalah usaha itu sendiri. Namun, bank berhak melakukan penilaian kelayakan. Untuk KUR Kecil (>Rp100 juta), agunan tambahan biasanya diperlukan.
2. Berapa lama proses pencairan KUR BRI?
Jika dokumen lengkap dan hasil survei positif, proses pencairan biasanya memakan waktu 3 sampai 7 hari kerja (maksimal 14 hari kerja).
3. Apakah bisa mengajukan KUR jika masih punya cicilan motor/mobil?
Bisa, asalkan status kredit kendaraan (KKB) tersebut lancar dan perhitungan sisa penghasilan masih mencukupi untuk membayar angsuran KUR. Kredit konsumtif diperbolehkan berjalan beriringan dengan KUR.
4. Mengapa bunga KUR saya naik menjadi 7% atau 8%?
Sesuai Permenko No. 1 Tahun 2023, bunga 6% hanya untuk pengajuan pertama. Jika Anda sudah pernah melunasi KUR dan mengajukan lagi (suplesi/top up), maka bunga akan naik berjenjang menjadi 7%, lalu 8%, hingga 9%.
5. Bisakah mengajukan KUR BRI secara online sepenuhnya tanpa ke bank?
Pengajuan awal bisa dilakukan secara online lewat kur.bri.co.id atau aplikasi BRIMo. Namun, tahap survei lokasi usaha dan penandatanganan akad kredit tetap mengharuskan pertemuan fisik atau kunjungan petugas bank.
The post Tabel Angsuran Pinjaman KUR BRI Lengkap, Syarat dan Bunga appeared first on Rambay.id.
]]>The post Tabel Pinjaman BRI Non KUR, Ini Simulasi dan Syaratnya appeared first on Rambay.id.
]]>Namun, tidak semua nasabah memenuhi kriteria KUR, atau mungkin Anda membutuhkan plafon pinjaman yang lebih besar dari batas maksimal KUR. Di sinilah pinjaman BRI Non KUR menjadi solusi yang sangat relevan.
Banyak nasabah yang mencari informasi mengenai “pinjaman non KUR BRI apa saja” karena membutuhkan fleksibilitas yang lebih tinggi, baik untuk modal kerja, investasi, maupun kebutuhan konsumtif seperti renovasi rumah atau biaya pendidikan.
Kami akan memberitahu jenis-jenis pinjaman tersebut, syarat pengajuan, hingga simulasi tabel angsuran agar Anda memiliki gambaran finansial yang jelas sebelum mengajukan kredit.
Pinjaman BRI Non KUR adalah fasilitas kredit yang ditawarkan oleh Bank BRI di luar program subsidi pemerintah. Karena tidak bersubsidi, suku bunga yang berlaku adalah suku bunga komersial (umum).
Meskipun bunganya sedikit lebih tinggi dibandingkan KUR, pinjaman jenis ini menawarkan keunggulan lain, seperti plafon pinjaman yang jauh lebih tinggi (bisa mencapai miliaran rupiah), tenor yang lebih panjang, dan cakupan penggunaan dana yang lebih luas.
Jika KUR dibatasi aturan ketat (misalnya penerima tidak boleh sedang menerima kredit komersial lain), pinjaman Non KUR lebih fleksibel. Ini adalah opsi terbaik bagi Anda yang usahanya sudah “naik kelas” atau bagi pegawai yang memiliki penghasilan tetap.
Sebelum masuk ke simulasi tabel, penting untuk mengetahui produk mana yang sesuai dengan profil Anda. Berikut adalah produk pinjaman BRI Non KUR yang paling banyak dicari:
Kupedes adalah primadona bagi pelaku usaha yang ingin “naik kelas” dari KUR. Pinjaman ini bersifat umum, individual, dan selektif.
Briguna adalah fasilitas kredit yang diberikan kepada calon debitur dengan sumber pembayaran (repayment) berasal dari sumber penghasilan tetap (gaji/pensiun).
Jika tujuan Anda bukan untuk usaha melainkan membeli aset:
Persyaratan untuk pinjaman Non KUR sedikit lebih detail dibandingkan KUR karena analisis risikonya dilakukan sepenuhnya oleh bank tanpa penjaminan pemerintah.
Bagian ini adalah inti yang paling Anda butuhkan. Di bawah ini adalah estimasi simulasi angsuran untuk produk Kupedes dan Briguna.
Catatan Penting: Suku bunga dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kebijakan Bank BRI dan profil risiko debitur. Simulasi di bawah menggunakan asumsi suku bunga flat setara 1% per bulan (sebagai ilustrasi umum untuk Kupedes).
| Plafon Pinjaman | Tenor 12 Bulan | Tenor 24 Bulan | Tenor 36 Bulan | Tenor 48 Bulan |
| Rp 10.000.000 | Rp 933.300 | Rp 516.600 | Rp 377.700 | Rp 308.300 |
| Rp 20.000.000 | Rp 1.866.600 | Rp 1.033.300 | Rp 755.500 | Rp 616.600 |
| Rp 30.000.000 | Rp 2.800.000 | Rp 1.550.000 | Rp 1.133.300 | Rp 925.000 |
| Rp 40.000.000 | Rp 3.733.300 | Rp 2.066.600 | Rp 1.511.100 | Rp 1.233.300 |
| Rp 50.000.000 | Rp 4.666.600 | Rp 2.583.300 | Rp 1.888.800 | Rp 1.541.600 |
Untuk pinjaman di atas Rp 100 juta, biasanya bank akan memberikan suku bunga yang lebih kompetitif jika agunan dan cashflow usaha sangat baik.
| Plafon Pinjaman | Tenor 12 Bulan | Tenor 24 Bulan | Tenor 36 Bulan | Tenor 48 Bulan | Tenor 60 Bulan |
| Rp 100.000.000 | Rp 9.333.300 | Rp 5.166.600 | Rp 3.777.700 | Rp 3.083.300 | Rp 2.666.600 |
| Rp 150.000.000 | Rp 14.000.000 | Rp 7.750.000 | Rp 5.666.600 | Rp 4.625.000 | Rp 4.000.000 |
| Rp 200.000.000 | Rp 18.666.600 | Rp 10.333.300 | Rp 7.555.500 | Rp 6.166.600 | Rp 5.333.300 |
| Rp 250.000.000 | Rp 23.333.300 | Rp 12.916.600 | Rp 9.444.400 | Rp 7.708.300 | Rp 6.666.600 |
Tips: Gunakan rumus sederhana ini untuk estimasi cepat:
(Plafon / Tenor Bulan) + (Plafon x Bunga %). Namun, selalu minta tabel resmi dari mantri atau Customer Service BRI saat pengajuan.
Memahami pro dan kontra membantu Anda mengambil keputusan yang bijak.
Di era digital ini, BRI menyediakan dua jalur pengajuan:
Ini adalah cara paling efektif untuk negosiasi bunga dan plafon.
Untuk kemudahan awal (screening), Anda bisa menggunakan aplikasi BRImo.
Banyak pengajuan ditolak bukan karena usaha tidak bagus, melainkan karena administrasi atau profil risiko. Lakukan ini agar disetujui:
Pinjaman BRI Non KUR seperti Kupedes dan Briguna adalah solusi pendanaan strategis bagi Anda yang membutuhkan limit lebih besar atau tidak memenuhi syarat KUR.
Meskipun suku bunganya mengikuti tarif komersial, keunggulan dalam hal fleksibilitas penggunaan dana, asuransi, dan limit pinjaman yang tinggi menjadikannya opsi yang sangat menarik.
Dengan melihat tabel pinjaman BRI Non KUR di atas, Anda kini memiliki gambaran estimasi angsuran bulanan. Langkah selanjutnya adalah mempersiapkan dokumen persyaratan dan memastikan riwayat kredit Anda bersih.
Jangan ragu untuk berkonsultasi langsung dengan petugas BRI untuk mendapatkan hitungan suku bunga real-time yang paling sesuai dengan kondisi ekonomi saat ini.
1. Berapa bunga pinjaman BRI Non KUR 2025?
Suku bunga pinjaman Non KUR bersifat fluktuatif dan bervariasi tergantung jenis produk. Untuk Kupedes, rata-rata berkisar antara 0,9% hingga 1,2% flat per bulan, atau setara dengan 19% – 24% efektif per tahun, tergantung plafon dan tenor.
2. Apakah pinjaman Non KUR BRI butuh jaminan?
Ya, untuk jenis Kupedes, Anda memerlukan jaminan berupa BPKB kendaraan atau sertifikat tanah/rumah. Namun, untuk Briguna (KTA), jaminannya adalah SK Pegawai/Pensiun, sehingga tidak memerlukan jaminan aset fisik.
3. Berapa lama proses pencairan pinjaman BRI Non KUR?
Jika dokumen lengkap dan hasil survei (OTS) positif, proses pencairan biasanya memakan waktu 3 hingga 7 hari kerja. Namun, untuk nasabah existing dengan rekam jejak baik, bisa lebih cepat.
4. Bisakah mengajukan Kupedes jika masih punya KUR?
Secara aturan, Anda tidak bisa memiliki dua kredit modal kerja/investasi bersubsidi dan komersial secara bersamaan. Jika ingin mengambil Kupedes, Anda biasanya harus melunasi KUR terlebih dahulu (top up/suplesi ke komersial) atau memastikan KUR tersebut sudah lunas.
5. Apa bedanya Kupedes dan KUR?
Perbedaan utamanya ada pada subsidi bunga dan sasaran. KUR disubsidi pemerintah (bunga rendah 6%), syarat lebih ketat, dan plafon terbatas. Kupedes tidak disubsidi (bunga pasar), syarat lebih fleksibel, menerima semua sektor usaha, dan memberikan fasilitas asuransi serta bonus bagi debitur yang bayar tepat waktu.
Disclaimer: Informasi tabel angsuran dan suku bunga di atas adalah simulasi estimasi. Ketentuan resmi dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
The post Tabel Pinjaman BRI Non KUR, Ini Simulasi dan Syaratnya appeared first on Rambay.id.
]]>The post KUR BRI: Syarat, Bunga, dan Tabel Angsuran Terbaru appeared first on Rambay.id.
]]>Di tengah tantangan ekonomi, Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) hadir sebagai angin segar. Sebagai bank dengan jaringan terluas hingga ke pelosok desa, BRI menjadi penyalur KUR terbesar yang menjadi andalan masyarakat.
Namun, sering kali informasi yang beredar membingungkan. Berapa sebenarnya bunga yang ditetapkan tahun ini? Apakah pengajuan bisa dilakukan tanpa harus antre di bank?
Kami akan mulai merangkum informasi tentang KUR BRI, mulai dari syarat administrasi, rincian suku bunga berjenjang, hingga simulasi tabel angsuran untuk pinjaman 50 juta.
Jika Anda sedang mencari cara mengembangkan usaha dengan suntikan dana aman dan terjangkau, panduan ini adalah untuk Anda.
Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI adalah program pembiayaan/kredit bersubsidi dari pemerintah dengan bunga rendah, di mana 100% dananya berasal dari Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank BRI.
Program ini dikhususkan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah yang memiliki usaha produktif dan layak (feasible) namun belum memiliki agunan tambahan atau agunan belum cukup (belum bankable).
Alasan utama mengapa KUR BRI sangat diminati adalah karena subsidi bunga dari pemerintah. Selisih bunga pasar dengan bunga yang dibebankan kepada nasabah ditanggung oleh pemerintah, sehingga cicilan menjadi sangat ringan dibandingkan pinjaman komersial biasa.
Sebelum mengajukan, penting untuk mengetahui jenis KUR mana yang sesuai dengan kebutuhan modal Anda:
Banyak calon debitur yang gagal di tahap awal karena kurang teliti dalam melengkapi persyaratan. Bagaimana cara mengajukan pinjaman KUR BRI agar cepat disetujui? Langkah pertama adalah memastikan Anda memenuhi kriteria dan dokumen berikut.
Dokumen adalah bukti validitas identitas dan usaha Anda. Siapkan berkas berikut dalam map yang rapi:
Catatan Penting: Untuk KUR Kecil, Anda juga wajib melampirkan fotokopi dokumen agunan tambahan (SHM/SHGB atau BPKB).
Salah satu perubahan paling signifikan pada regulasi KUR terbaru adalah penerapan suku bunga berjenjang. Hal ini diatur dalam Permenko Bidang Perekonomian.
Bunga dasar KUR Mikro dan Kecil adalah 6% efektif per tahun. Namun, aturan ini berlaku bagi debitur yang baru pertama kali menerima KUR. Berikut rinciannya:
Kebijakan ini dibuat agar dana KUR dapat bergilir dan dinikmati oleh lebih banyak pelaku UMKM baru, serta mendorong UMKM lama untuk “naik kelas” ke pinjaman komersial (Kupedes) jika usahanya sudah semakin mapan.
Salah satu pertanyaan yang paling sering dicari oleh calon peminjam adalah: “Pinjam KUR BRI 50 juta angsuran berapa?”. Mengetahui estimasi cicilan sangat penting untuk mengukur kemampuan bayar (Cash Flow) usaha Anda.
Berikut adalah simulasi tabel angsuran KUR BRI dengan asumsi bunga 6% per tahun (untuk pinjaman pertama):
| Tenor (Bulan) | Pinjaman 10 Juta | Pinjaman 25 Juta | Pinjaman 50 Juta |
| 12 Bulan | Rp 860.664 | Rp 2.151.661 | Rp 4.303.321 |
| 18 Bulan | Rp 582.317 | Rp 1.455.793 | Rp 2.911.587 |
| 24 Bulan | Rp 443.206 | Rp 1.108.015 | Rp 2.216.031 |
| 36 Bulan | Rp 304.219 | Rp 760.548 | Rp 1.521.097 |
| 48 Bulan | Rp 234.850 | Rp 587.126 | Rp 1.174.251 |
| 60 Bulan | Rp 193.328 | Rp 483.320 | Rp 966.640 |
Disclaimer: Angka di atas adalah estimasi. Nilai angsuran real dapat berbeda sedikit tergantung tanggal pencairan dan kebijakan pembulatan sistem bank.
Dari tabel di atas, untuk menjawab pertanyaan “Pinjam KUR BRI 50 juta angsuran berapa”, jika Anda mengambil tenor 3 tahun (36 bulan), cicilan Anda hanya sekitar Rp 1,5 jutaan per bulan. Angka ini sangat terjangkau bagi usaha yang memiliki omzet harian stabil.
Di era digital ini, kemudahan akses menjadi prioritas. Banyak nasabah bertanya, “Bisakah pinjam KUR BRI lewat online?”. Jawabannya adalah BISA, namun ada tahapan verifikasi yang tetap melibatkan pertemuan fisik.
BRI menyediakan portal E-Form untuk memudahkan pendaftaran awal tanpa harus bolak-balik ke kantor cabang. Berikut langkahnya:
Ini adalah cara konvensional yang masih paling efektif:
Tidak semua pengajuan KUR disetujui. Bank memiliki prinsip kehati-hatian. Agar peluang Anda besar, perhatikan tips berikut:
KUR BRI merupakan instrumen pembiayaan yang sangat powerfull bagi UMKM di Indonesia untuk naik kelas. Dengan suku bunga yang sangat kompetitif (mulai 6% per tahun) dan tenor yang fleksibel, program ini meringankan beban bunga yang biasanya menjadi momok bagi pengusaha kecil.
Bagi Anda yang berencana mengajukan pinjaman sebesar Rp 50 juta, angsuran yang berkisar di angka Rp 1,5 juta untuk tenor 3 tahun tentu merupakan tawaran yang sangat menarik dibandingkan pinjaman non-subsidi.
Kunci keberhasilan pengajuan terletak pada kelengkapan administrasi, kebersihan riwayat kredit (SLIK OJK), dan kondisi usaha yang real serta produktif.
Jangan tunda lagi, persiapkan dokumen Anda, cek kembali arus kas usaha, dan manfaatkan fasilitas negara ini untuk ekspansi bisnis Anda.
Ingat, gunakan dana pinjaman murni untuk modal kerja atau investasi alat, bukan untuk kebutuhan konsumtif, agar usaha Anda dapat tumbuh berkelanjutan.
Berikut adalah jawaban atas pertanyaan yang sering diajukan terkait KUR BRI:
1. Bisakah pinjam KUR BRI lewat online sepenuhnya tanpa ke bank?
Secara teknis pendaftaran bisa dilakukan online melalui kur.bri.co.id. Namun, proses tanda tangan akad kredit dan verifikasi/survei usaha tetap mewajibkan pertemuan fisik dengan petugas bank atau kunjungan ke kantor cabang. Online hanya mempermudah proses pendaftaran awal.
2. Berapa lama proses pencairan KUR BRI?
Jika dokumen lengkap dan survei berjalan lancar, proses pencairan biasanya memakan waktu 3 hari hingga 7 hari kerja (maksimal 14 hari kerja tergantung antrean di kantor unit tersebut).
3. Apakah usaha baru 1 bulan bisa mengajukan KUR?
Tidak bisa. Syarat mutlak KUR adalah usaha telah berjalan aktif minimal 6 bulan. Jika kurang dari itu, Anda disarankan menunggu hingga usia usaha mencukupi.
4. Apakah pinjaman online (Pinjol) mempengaruhi pengajuan KUR?
Ya, sangat berpengaruh. Jika Anda memiliki tunggakan atau riwayat kredit macet di aplikasi Pinjol yang terdaftar di OJK, nama Anda akan tercatat buruk di SLIK OJK, yang menyebabkan pengajuan KUR otomatis ditolak. Pastikan lunasi dulu hutang pinjol Anda.
5. Pinjam KUR BRI 50 juta angsuran berapa?
Untuk pinjaman Rp 50 juta dengan bunga 6% per tahun:
Tenor 36 bulan: Rp 1.521.097 /bulan
Tenor 12 bulan: Rp 4.303.321 /bulan
Tenor 24 bulan: Rp 2.216.031 /bulan
The post KUR BRI: Syarat, Bunga, dan Tabel Angsuran Terbaru appeared first on Rambay.id.
]]>The post KUR BSI 2025 Terbaru, Ini Suku Bunga dan Tabel Angsurannya appeared first on Rambay.id.
]]>Program ini menjadi jawaban bagi pelaku usaha kecil dan menengah yang membutuhkan tambahan modal tanpa terbebani bunga tinggi.
Kali ini kami akan membahas secara lengkap dan terstruktur mulai dari pengertian KUR BSI 2025, kapan KUR BSI 2025 dibuka, suku bunga atau margin, tabel angsuran, syarat pengajuan, hingga apakah pengajuan KUR BSI bisa online.
KUR BSI 2025 adalah program pembiayaan usaha dari Bank Syariah Indonesia (BSI) yang ditujukan bagi UMKM produktif dan layak, namun belum memiliki akses pembiayaan ke perbankan konvensional. Berbeda dengan kredit biasa, KUR BSI menggunakan akad syariah, seperti:
Dengan sistem ini, pelaku usaha tidak dikenakan bunga, melainkan margin atau nisbah bagi hasil yang telah disepakati di awal.
Banyak calon debitur bertanya, kapan KUR BSI 2025 dibuka?
Secara umum, program KUR nasional mulai berjalan sejak awal tahun anggaran, yakni Januari 2025, mengikuti kebijakan pemerintah. BSI sebagai bank penyalur KUR syariah biasanya langsung membuka pengajuan sejak kuartal pertama tahun berjalan.
Namun, jadwal pasti dapat berbeda di tiap daerah tergantung:
Tips: Untuk memastikan ketersediaan KUR BSI 2025, sebaiknya calon debitur rutin memantau informasi resmi BSI atau datang langsung ke kantor cabang terdekat.
BSI menyediakan beberapa jenis KUR sesuai kebutuhan pelaku usaha, antara lain:
Salah satu keunggulan utama KUR BSI 2025 adalah margin yang rendah dan bersubsidi pemerintah. Secara umum, margin KUR syariah setara dengan:
Karena menggunakan sistem syariah, istilah “bunga” digantikan dengan margin keuntungan atau bagi hasil, sehingga lebih transparan dan tidak memberatkan pelaku usaha.
Keuntungan lain:
Berikut contoh tabel angsuran KUR BSI 2025 sebagai gambaran umum:
| Tenor | Estimasi Angsuran per Bulan |
|---|---|
| 12 bulan | ± Rp4.300.000 |
| 24 bulan | ± Rp2.200.000 |
| 36 bulan | ± Rp1.500.000 |
| Tenor | Estimasi Angsuran per Bulan |
|---|---|
| 36 bulan | ± Rp3.000.000 |
| 48 bulan | ± Rp2.300.000 |
| 60 bulan | ± Rp1.900.000 |
Catatan: Tabel di atas merupakan simulasi. Besaran angsuran bisa berbeda tergantung akad, tenor, dan kebijakan BSI.
Agar pengajuan berjalan lancar, berikut syarat umum KUR BSI 2025:
Pertanyaan yang sering muncul adalah apakah pengajuan KUR BSI bisa online?
Jawabannya: bisa, tetapi bersifat bertahap.
Calon debitur dapat:
Namun, pada tahap tertentu, calon debitur tetap perlu datang ke kantor cabang BSI untuk:
Sistem ini membantu mempercepat proses sekaligus menjaga keamanan data dan kepatuhan syariah.
Berikut alur pengajuan KUR BSI 2025:
Rata-rata waktu proses berkisar 7–14 hari kerja, tergantung kelengkapan dokumen dan hasil survei.
Mengapa KUR BSI 2025 layak dipertimbangkan?
Dengan keunggulan ini, KUR BSI menjadi pilihan tepat bagi pelaku usaha yang ingin berkembang secara berkelanjutan dan halal.
KUR BSI 2025 merupakan solusi pembiayaan syariah yang ideal bagi pelaku UMKM di Indonesia. Dengan margin rendah, proses relatif mudah, serta dukungan penuh pemerintah, program ini sangat relevan bagi usaha kecil yang membutuhkan tambahan modal di tahun 2025.
Mulai dari informasi kapan KUR BSI 2025 dibuka, jenis pembiayaan, tabel angsuran, hingga pengajuan KUR BSI secara online, semua telah dibahas secara lengkap dalam artikel ini. Jika Anda pelaku UMKM yang ingin mengembangkan usaha tanpa terbebani bunga tinggi, KUR BSI 2025 patut menjadi pilihan utama.
1. Kapan KUR BSI 2025 dibuka?
Umumnya dibuka sejak awal tahun 2025, mengikuti kebijakan nasional dan kuota BSI di tiap daerah.
2. Apakah pengajuan KUR BSI bisa online?
Bisa untuk pendaftaran awal, namun verifikasi dan akad tetap dilakukan di kantor cabang BSI.
3. Berapa suku bunga KUR BSI 2025?
Setara sekitar 6% per tahun dalam bentuk margin syariah, bukan bunga.
4. Apakah KUR BSI 2025 tanpa jaminan?
Untuk KUR Super Mikro dan Mikro umumnya tanpa agunan tambahan.
5. Berapa lama proses pencairan KUR BSI?
Sekitar 7–14 hari kerja, tergantung kelengkapan dokumen dan hasil survei.
The post KUR BSI 2025 Terbaru, Ini Suku Bunga dan Tabel Angsurannya appeared first on Rambay.id.
]]>